Kembali ke Kursus
GEOG1002C-PEP-CN SMA

【Edisi Rencana Pembelajaran Pendidikan Menengah】Geografi SMA Semester Kedua Wajib

Bahan ajar ini merupakan bagian inti dari mata pelajaran wajib geografi untuk sekolah menengah umum, yang mendalami distribusi dan migrasi penduduk, evolusi desa dan kota, pemilihan lokasi industri, tata letak transportasi serta dampaknya terhadap pembangunan wilayah, serta fokus pada lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Mata pelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan pandangan koordinasi manusia-lingkungan dan pemikiran integratif melalui analisis kasus dan kegiatan praktis.

4.9
15.0h
808 siswa
5 lessons
0 suka
K12 Geografi
Mulai Belajar

Gambaran Umum Kursus

📚 Ringkasan Konten

Buku ajar ini merupakan bagian utama dari mata pelajaran wajib geografi untuk sekolah menengah atas umum, yang secara mendalam membahas pola distribusi dan migrasi penduduk, evolusi desa dan kota, pemilihan lokasi industri, tata letak transportasi serta dampaknya terhadap perkembangan wilayah, serta fokus pada lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Mata pelajaran ini bertujuan melalui analisis kasus dan kegiatan praktik, mengembangkan pemahaman tentang keseimbangan hubungan manusia-darat dan pemikiran integratif.

Menggali lebih dalam hubungan manusia-darat, menikmati kebijaksanaan geografi, bersama-sama merancang visi pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Fan Jie, Gao Junchang

Ucapan Terima Kasih: Diterbitkan setelah disetujui oleh Komite Ahli Komite Buku Ajar Nasional (2019)

🎯 Tujuan Pembelajaran

  1. Analisis dan Kesimpulan: Mampu menggunakan peta dan bahan referensi untuk menyimpulkan pola distribusi penduduk dunia maupun Tiongkok.
  2. Penjelasan Integratif: Mampu menjelaskan penyebab distribusi dan migrasi penduduk dari berbagai dimensi, baik alamiah (topografi, iklim, sumber air, dll.) maupun sosial-budaya (ekonomi, sejarah, politik, dll.).
  3. Evaluasi Kritis: Memahami perbedaan antara daya dukung lingkungan-ekologis suatu wilayah dengan kapasitas penduduk yang ideal, serta menerapkan "efek batang pendek" untuk menganalisis keterbatasan sumber daya di wilayah tertentu.
  4. Mengingat dan Memahami: Mampu mengidentifikasi ciri khas distribusi zona fungsi utama kota, menjelaskan faktor ekonomi yang memengaruhi struktur spasial dalam kota, serta menggambarkan karakteristik tahapan proses urbanisasi.
  5. Analisis dan Penerapan: Mampu menggunakan kurva berbentuk "S" untuk menganalisis perbedaan urbanisasi antar negara dan wilayah, serta merancang alur logika dasar teknologi informasi geografis dalam manajemen kota (misalnya penanganan panggilan darurat 110).
  6. Integrasi dan Penilaian: Dapat memberikan contoh bagaimana budaya regional memengaruhi citra desa dan kota, serta menilai pentingnya penggunaan ruang perkotaan-rural secara bijak dan perlindungan citra budaya lokal.
  7. Mengidentifikasi dan Menganalisis: Mampu menggunakan grafik untuk mengidentifikasi faktor-faktor lokasi utama yang memengaruhi pertanian, industri, dan jasa.
  8. Pemahaman Prinsip: Memahami pola perubahan faktor lokasi industri, khususnya logika ekonomi di balik perpindahan pusat perusahaan.
  9. Menilai Tren: Menilai peran teknologi informasi geografis dalam mendukung layanan modern, serta menganalisis keharusan transformasi bisnis konvensional di era digital.
  10. Mampu merangkum dan menjelaskan prinsip umum tata letak transportasi regional, serta menjelaskan pentingnya "melampaui waktu" dengan mengacu pada contoh seperti Bandara Internasional Beijing Capital.

Pelajaran

Lesson

本课程探讨了全球人口分布的宏观格局及其受自然与人文因素的综合影响,重点分析了资源环境承载力、人口合理容量以及人口迁移的时空演变规律。通过学习,学生将理解气候、地形、经济发展及历史积淀如何共同塑造人口空间分布,并掌握评估区域承载力的核心逻辑与方法。

本课程重点探讨了城镇内部空间结构的形成机制与城镇化的演进规律。学生将学习如何识别商业、居住、工业等功能区,理解地租与交通便捷度如何驱动空间布局,并掌握城镇化的三大标志及其随时间演变的“S”形发展轨迹。

本课重点探讨了农业与工业的区位选择逻辑,强调了自然因素与人文因素在产业布局中的动态演变。通过分析农业的地域性与季节性,以及工业的五种指向型布局,学生将理解如何通过技术进步、市场导向和环境评价,实现产业布局的经济效益最大化与可持续发展。

本课重点探讨了交通运输布局的原则与区域带动效应,强调交通布局需在自然条件约束与区域发展需求之间寻找最优解。通过分析京沪高铁、北京首都机场等案例,学习了“适度超前”、“因地制宜”及“综合运输”等核心理念,旨在理解交通网络如何作为空间骨架促进经济社会的可持续发展。

本节课探讨了人地关系的演变逻辑,重点分析了人类生产与消费活动如何通过资源获取和废弃物排放影响地理环境。通过学习环境承载力与自净能力等核心概念,学生将理解环境问题的本质是人地失调,并认识到从传统开发模式向可持续发展战略转型的重要性。