Penerapan Pembelajaran Mendalam dengan PyTorch (Dari Nol hingga Mahir)
Kursus ini menyediakan pengantar komprehensif tentang Pembelajaran Mendalam menggunakan PyTorch, kerangka kerja paling populer untuk penelitian pembelajaran mesin. Dimulai dari dasar-dasar tensor, peserta akan menempuh seluruh alur kerja pembelajaran mesin, visi komputer, rekayasa perangkat lunak modular, transfer learning, dan penyebaran model. Kurikulum berbasis "kode pertama," menekankan implementasi langsung dan eksperimen.
Gambaran Umum Kursus
📚 Ringkasan Konten
Kursus ini menyajikan pengantar komprehensif tentang Deep Learning menggunakan PyTorch, kerangka kerja paling populer untuk penelitian pembelajaran mesin. Dimulai dari dasar-dasar tensor, siswa akan bergerak melalui seluruh alur ML, visi komputer, rekayasa perangkat lunak modular, transfer learning, dan penyebaran model. Kurikulum ini bersifat "kode terlebih dahulu", menekankan implementasi langsung dan eksperimen, memastikan siswa tidak hanya memahami teori tetapi juga dapat membangun, mengoptimalkan, dan menyebarluaskan sistem deep learning yang andal.
Ringkasan singkat tujuan utama adalah menguasai seluruh ekosistem PyTorch, mulai dari matematika dasar hingga aplikasi visi komputer siap produksi.
🎯 Tujuan Pembelajaran
- Implementasikan seluruh alur pembelajaran mesin PyTorch, mulai dari operasi tensor dasar hingga pelatihan model, evaluasi, dan persistensi.
- Rancang dan sebarkan arsitektur deep learning, termasuk Jaringan Saraf Buatan (ANNs) dan Jaringan Saraf Konvolusi (CNNs), untuk tugas klasifikasi kompleks dan visi komputer.
- Ubah kode eksperimental menjadi perangkat lunak siap produksi dengan struktur modular dengan menerapkan praktik rekayasa standar dan struktur direktori.
- Gunakan teknik lanjutan seperti Transfer Learning dan pelacakan eksperimen sistematis (TensorBoard) untuk mencapai hasil terbaik pada dataset khusus.
- Siapkan dan sebarkan model yang telah dilatih ke aplikasi web interaktif serta manfaatkan fitur modern PyTorch 2.0 untuk percepatan inferensi.
🔹 Pelajaran 1: Dasar-Dasar PyTorch
Gambaran Umum: Pelajaran dasar ini memperkenalkan PyTorch dan struktur data intinya: tensor. Kita akan mulai dengan menjelaskan mengapa PyTorch menjadi kerangka kerja unggulan untuk penelitian deep learning modern, dengan menekankan grafik komputasi dinamisnya. Fokus teknis utama adalah menguasai manipulasi tensor. Siswa akan belajar bagaimana menginisialisasi tensor—mulai dari skalar 0D hingga matriks berdimensi tinggi—dengan berbagai metode (misalnya torch.zeros(), torch.rand()). Operasi penting akan dibahas, termasuk aritmetika elemen demi elemen (penjumlahan, perkalian), dan operasi aljabar linear khusus seperti perkalian matriks (torch.matmul). Kita juga akan membahas teknik manajemen struktur seperti indeksing, slicing, reshaping (.view(), .reshape()), dan menghilangkan dimensi yang redundan (.squeeze()). Akhirnya, kita akan membahas konsep krusial dalam menggunakan perangkat berbeda (CPU vs GPU) melalui .to(), mempersiapkan siswa untuk komputasi dipercepat di pelajaran selanjutnya.
Hasil Pembelajaran:
- Jelaskan peran tensor sebagai struktur data dasar dalam deep learning dan PyTorch.
- Buat dan inisialisasi tensor PyTorch dengan berbagai dimensi (skalar, vektor, matriks) menggunakan metode bawaan.
- Lakukan aritmetika tensor standar dan operasi khusus seperti perkalian matriks.
- Manipulasi struktur tensor menggunakan teknik indeksing, slicing, reshaping, dan squeezing.
- Pindahkan tensor secara efisien antara perangkat CPU dan GPU untuk komputasi dipercepat.
🔹 Pelajaran 2: Alur Kerja PyTorch
Gambaran Umum: Pelajaran ini menetapkan alur kerja PyTorch yang esensial dan dapat diulang dengan mengimplementasikan model regresi linier dasar dari nol. Kita mulai dengan persiapan data, fokus pada pembuatan data sintetis dan pemisahan menjadi himpunan pelatihan dan pengujian, menekankan pentingnya keselarasan tipe data dan perangkat (CPU/GPU). Selanjutnya, kita mendefinisikan arsitektur model dengan benar dengan mewarisi dari torch.nn.Module dan menerapkan fungsi forward(). Inti dari alur kerja melibatkan pemilihan fungsi loss yang sesuai (seperti nn.L1Loss untuk regresi) dan optimizer (Stochastic Gradient Descent atau SGD). Kita kemudian akan membuat loop pelatihan secara cermat (pass maju, perhitungan loss, pengosongan gradien, pass mundur, langkah optimizer) dan loop pengujian/evaluasi untuk mengukur kinerja. Akhirnya, kita menyelesaikan kerangka dengan belajar menyimpan dictionary keadaan model yang telah dilatih menggunakan torch.save() dan kemudian memuatnya kembali untuk inferensi atau penggunaan ulang, menyelesaikan seluruh siklus ML end-to-end.
Hasil Pembelajaran:
- Struktur dan implementasikan enam langkah dasar alur kerja pembelajaran mesin PyTorch end-to-end.
- Bangun model linier sederhana dengan benar mendefinisikan kelas yang mewarisi dari
torch.nn.Module. - Terapkan fungsi loss yang sesuai (
nn.L1Loss) dan optimizer (torch.optim.SGD) untuk tugas regresi dasar. - Definisikan dan jalankan loop pelatihan, termasuk backpropagation dan descent gradien, serta loop evaluasi terpisah.
- Implementasikan fungsi untuk menyimpan dan memuat dictionary keadaan model menggunakan utilitas PyTorch untuk persistensi model.
🔹 Pelajaran 3: Klasifikasi Jaringan Saraf
Gambaran Umum: Pelajaran ini menerapkan alur kerja PyTorch untuk menyelesaikan masalah klasifikasi non-linier, melampaui regresi linier sederhana. Kita mulai dengan membedakan antara skenario biner dan multi-kelas, serta menunjukkan cara menata lapisan output akhir menggunakan aktivasi Sigmoid (untuk biner) dan Softmax (untuk multi-kelas). Konsep penting non-linearitas diperkenalkan dengan mengintegrasikan fungsi aktivasi ReLU di dalam lapisan tersembunyi, memungkinkan jaringan untuk belajar batas keputusan yang rumit. Siswa akan mengimplementasikan fungsi loss yang tepat untuk klasifikasi: BCEWithLogitsLoss dan CrossEntropyLoss. Komponen praktis melibatkan pembuatan dan pelatihan jaringan saraf pada dataset sintetis kompleks (misalnya dataset 'moons') dan memplot permukaan keputusan hasilnya secara visual untuk memverifikasi kemampuan jaringan dalam memisahkan titik-titik data non-linier secara efektif, memastikan penguasaan arsitektur model deep learning dasar.
Hasil Pembelajaran:
- Bedakan dan implementasikan model PyTorch untuk tugas klasifikasi biner dan multi-kelas.
- Jelaskan perlunya fungsi aktivasi non-linier (ReLU, Sigmoid, Softmax) untuk memungkinkan batas keputusan yang kompleks.
- Terapkan fungsi loss yang sesuai (
BCEWithLogitsLoss,CrossEntropyLoss) dan hitung metrik akurasi klasifikasi. - Implementasikan seluruh alur kerja klasifikasi PyTorch pada dataset non-linier.
- Visualisasikan batas keputusan yang dipelajari model dan interpretasikan kemampuannya dalam mengklasifikasikan titik data.
🔹 Pelajaran 4: Visi Komputer dengan CNN
Gambaran Umum: Sesi ini menandai transisi kritis dari menangani data terstruktur ke memproses data gambar berdimensi tinggi, yang membutuhkan arsitektur deep learning khusus. Kita akan mulai dengan membongkar representasi gambar sebagai tensor PyTorch multidimensi, fokus intensif pada notasi bentuk standar (N, C, H, W: Ukuran Batch, Saluran, Tinggi, Lebar). Inti teoretis memperkenalkan Jaringan Saraf Konvolusi (CNN) dengan menjelaskan bagaimana lapisan konvolusi (nn.Conv2d) secara efisien mengekstraksi fitur spasial lokal, dan bagaimana lapisan pooling (nn.MaxPool2d) mengurangi dimensi sambil mempertahankan informasi penting. Melalui pendekatan kode terlebih dahulu, kita kemudian akan membangun dan melatih arsitektur CNN kecil lengkap—salinan TinyVGG—dari nol, memberikan contoh praktis dari model visi komputer yang fungsional. Akhirnya, kita membandingkan perbedaan mendasar antara struktur CNN ini dan jaringan linier yang digunakan sebelumnya untuk memperkuat intuisi mengapa CNN unggul dalam pengenalan pola gambar.
Hasil Pembelajaran:
- Jelaskan dan gunakan format tensor (N, C, H, W) untuk merepresentasikan data gambar dalam PyTorch.
- Implementasikan lapisan Konvolusi (nn.Conv2d) dan Pooling (nn.MaxPool2d) dalam model PyTorch.
- Bangun dan latih arsitektur CNN kecil lengkap (salinan TinyVGG) untuk tugas klasifikasi.
- Artikulasikan perbedaan mendasar dalam ekstraksi fitur dan kemampuan pembagian bobot antara lapisan linier dan CNN.
🔹 Pelajaran 5: Dataset Kustom
Gambaran Umum: Sesi penting ini menghubungkan celah antara contoh mainan terstruktur (seperti MNIST) dan data gambar dunia nyata yang kompleks dan tidak terstruktur, membuka jalan bagi proyek visi komputer praktis "FoodVision". Kita akan mulai belajar bagaimana mengatur direktori data dengan benar untuk PyTorch, menggunakan kelas torchvision.datasets.ImageFolder yang sangat efisien untuk memuat data secara otomatis dan menentukan label dari path file. Pentingnya, kita akan menguasai konsep kelas torch.utils.data.Dataset kustom, yang memberikan kendali penuh atas logika pemuatan data, pra-pemrosesan, dan penanganan label untuk format data apa pun. Kita kemudian akan memperkenalkan DataLoader untuk mengelola batching data, pengacakan, dan pemuatan multi-thread. Akhirnya, sesi ini akan membahas teknik augmentasi data penting dan PyTorch Transforms, yang sangat penting untuk memperluas ukuran efektif dataset terbatas dan meningkatkan generalisasi serta ketahanan model.
Hasil Pembelajaran:
- Susun data gambar dunia nyata dalam format direktori yang diharapkan oleh utilitas PyTorch.
- Gunakan
torchvision.datasets.ImageFolderuntuk memuat dataset gambar kustom dari disk secara efisien. - Implementasikan kelas
torch.utils.data.Datasetkustom untuk menangani kebutuhan pemuatan data unik atau kompleks. - Terapkan berbagai
torchvision.transformsuntuk pra-pemrosesan (resizing, konversi ke tensor) dan augmentasi data (rotasi, flip). - Integrasi kelas
DatasetdenganDataLoaderuntuk mengelola batching, pengacakan, dan pemuatan paralel yang dioptimalkan.
🔹 Pelajaran 6: Menjadi Modular (Rekayasa Perangkat Lunak)
Gambaran Umum: Sesi ini sangat penting untuk beralih dari kode eksperimental di Jupyter Notebook menjadi praktik rekayasa perangkat lunak yang berkelanjutan dan siap produksi dalam ekosistem PyTorch. Kita akan membahas langkah-langkah wajib untuk merombak kode notebook monolitik menjadi skrip Python terstruktur dan dapat digunakan kembali. Konsep inti melibatkan pembentukan struktur proyek PyTorch standar, memisahkan tanggung jawab ke dalam modul-modul khusus. Modul-modul utama yang akan dibangun meliputi data_setup.py (menangani pemuatan data, transformasi, dan DataLoaders), model_builder.py (berisi definisi model yang mewarisi dari nn.Module), dan engine.py (mengelola loop pelatihan dan pengujian). Akhirnya, siswa akan belajar bagaimana menginisialisasi dan menjalankan seluruh alur pelatihan—termasuk mendefinisikan hiperparameter dan pemilihan perangkat—langsung dari baris perintah menggunakan eksekusi Python standar, yang sangat penting untuk penyebaran dan eksperimen skala besar.
Hasil Pembelajaran:
- Jelaskan perbedaan antara kode notebook eksperimental dan arsitektur skrip Python terstruktur serta modular.
- Implementasikan struktur direktori proyek PyTorch standar yang dirancang untuk skalabilitas dan kolaborasi.
- Rombak logika pelatihan model yang ada ke dalam modul-modul yang terpisah dan dapat digunakan kembali (misalnya data_setup.py, model_builder.py, engine.py).
- Siapkan skrip eksekusi utama untuk menjalankan proses pelatihan penuh melalui baris perintah.
- Jelaskan manfaat praktis kode modular terhadap pengujian, kontrol versi, dan kesiapan penyebaran produksi.
🔹 Pelajaran 7: Transfer Learning
Gambaran Umum: Transfer Learning adalah teknik kuat yang memungkinkan kita memanfaatkan pengetahuan dari model yang dilatih pada dataset besar, seperti ImageNet, dan menerapkannya secara efisien ke masalah yang lebih kecil dan khusus. Sesi ini memperkenalkan teori inti, menekankan mengapa bobot pra-latih (khususnya dari model seperti ResNet atau EfficientNet melalui torchvision.models) sangat penting untuk mencapai hasil terbaik dengan data dan waktu komputasi yang lebih sedikit. Implementasi praktis difokuskan pada Ekstraksi Fitur: siswa akan belajar bagaimana memuat model, membekukan parameter lapisan dasar konvolusi menggunakan requires_grad=False di PyTorch, dan kemudian secara strategis mengganti dan melatih hanya kepala klasifikasi akhir yang disesuaikan dengan domain baru, seperti proyek 'FoodVision' yang sedang berlangsung. Kita juga akan membandingkan pendekatan ini dengan pendekatan yang lebih intensif komputasi yaitu Fine-tuning seluruh jaringan.
Hasil Pembelajaran:
- Jelaskan keunggulan teoretis dan skenario umum di mana Transfer Learning diperlukan.
- Muat dan teliti arsitektur model pra-latih umum menggunakan utilitas
torchvision.modelsPyTorch. - Implementasikan Ekstraksi Fitur dengan berhasil membekukan parameter lapisan konvolusi dasar.
- Ubah kepala klasifikasi model pra-latih agar dapat menangani tugas klasifikasi khusus baru.
- Bedakan antara strategi Ekstraksi Fitur (membekukan) dan Fine-tuning (melepaskan pembekuan).
🔹 Pelajaran 8: Pelacakan Eksperimen (Proyek Milestone 1)
Gambaran Umum: Seiring berkembangnya dari pelatihan model tunggal menuju komparasi canggih (misalnya membandingkan CNN biasa dengan model Transfer Learning), pencatatan manual menjadi tidak memadai. Pelajaran ini menetapkan praktik penting pelacakan eksperimen secara sistematis. Kita akan memperkenalkan dan menerapkan solusi bawaan PyTorch, torch.utils.tensorboard.SummaryWriter, untuk mencatat dan mengelola data kinerja. Siswa akan belajar bagaimana memodifikasi loop pelatihan mereka untuk mencatat metrik skalar penting, seperti loss pelatihan dan pengujian tiap epoch, akurasi, dan laju pembelajaran. Tujuan utama adalah menguasai peluncuran dan penggunaan antarmuka TensorBoard untuk memvisualisasikan perbandingan hasil beberapa run secara berdampingan, memungkinkan analisis objektif terhadap perubahan hiperparameter, keputusan arsitektural, dan strategi optimisasi, sehingga memastikan reproduktibilitas dan mempercepat peningkatan model.
Hasil Pembelajaran:
- Jelaskan keharusan pelacakan eksperimen sistematis untuk menjamin reproduktibilitas dan efisiensi deep learning.
- Implementasikan kelas
torch.utils.tensorboard.SummaryWriteruntuk mencatat metrik skalar (loss, akurasi) dalam loop pelatihan PyTorch. - Jalankan dan jelajahi antarmuka TensorBoard untuk memvisualisasikan kurva metrik dan membandingkan kinerja berbagai run eksperimen.
- Terapkan teknik pelacakan untuk secara sistematis membandingkan dampak pengaturan hiperparameter yang berbeda (misalnya ukuran batch, laju pembelajaran) dan arsitektur model.
🔹 Pelajaran 9: Meniru Artikel Ilmiah (Proyek Milestone 2)
Gambaran Umum: Pelajaran ini menjadi puncak kursus, menantang siswa untuk menerjemahkan penelitian teoretis deep learning menjadi kode fungsional dengan meniru arsitektur modern dari sebuah makalah ilmiah. Kita akan mulai dengan membongkar struktur makalah ML tipikal, fokus khusus pada cara mengekstrak detail arsitektural dan formulasi matematis dari bagian Metodologi. Tugas teknis inti melibatkan pemetaan persamaan matematis kompleks—seperti yang mengatur mekanisme perhatian atau jenis layer baru—secara langsung ke modul PyTorch menggunakan kelas nn.Module kustom. Contoh modern, seperti Vision Transformer (ViT), akan digunakan sebagai studi kasus untuk implementasi. Penekanan diberikan pada strategi debugging sistematis yang diperlukan untuk model kompleks berkomponen banyak, menangani tantangan seperti kompatibilitas bentuk, inisialisasi bobot, dan verifikasi aliran gradien, memastikan siswa dapat berhasil mengimplementasikan model mutakhir dari awal.
Hasil Pembelajaran:
- Dekomposisi dan analisis deskripsi arsitektural dan notasi matematis yang disajikan dalam makalah penelitian machine learning.
- Menerjemahkan langkah-langkah algoritmik dan rumus kompleks (misalnya mekanisme self-attention) secara langsung menjadi kode PyTorch yang idiomatik menggunakan kelas
nn.Modulekustom. - Implementasikan dan integrasikan semua komponen yang diperlukan dari arsitektur deep learning modern dan kompleks (misalnya Vision Transformer) sepenuhnya dari awal.
- Terapkan strategi debugging tingkat lanjut untuk menyelesaikan kesalahan bentuk, ketidakcocokan perangkat, dan kesalahan logika yang muncul saat meniru model terkini.
🔹 Pelajaran 10: Penyebaran Model & PyTorch 2.0
Gambaran Umum: Pelajaran final ini berfokus pada transisi model PyTorch yang telah dilatih dari lingkungan penelitian ke aplikasi web interaktif yang dapat diakses publik. Kita akan mulai dengan belajar langkah-langkah penting dalam menyiapkan model untuk penyebaran, fokus pada pemuatan dan inferensi yang efisien untuk produksi. Aktivitas utama praktis melibatkan pembuatan demo web fungsional menggunakan alat prototipe cepat seperti Gradio atau Streamlit, memungkinkan pengguna akhir menginput data dan menerima prediksi instan. Kita akan membahas strategi praktis untuk hosting aplikasi-aplikasi ini, memanfaatkan platform seperti Hugging Face Spaces. Akhirnya, kita akan meluangkan waktu untuk menjelajahi masa depan kerangka kerja, khususnya menyoroti peningkatan kinerja dan fitur kompilasi yang diperkenalkan di PyTorch 2.0, menunjukkan bagaimana inovasi seperti 'torch.compile' memberikan percepatan signifikan baik untuk pelatihan maupun penyebaran.
Hasil Pembelajaran:
- Siapkan artefak model PyTorch yang telah dilatih untuk pemuatan dan inferensi produksi yang efisien.
- Kembangkan antarmuka demo web interaktif fungsional menggunakan Gradio atau Streamlit.
- Host aplikasi machine learning yang dikembangkan di platform publik (misalnya Hugging Face Spaces).
- Jelaskan konsep inti dan mekanisme fitur 'torch.compile' PyTorch 2.0.
- Mengintegrasikan pengetahuan penyebaran dengan praktik kode modular sebelumnya untuk menciptakan proyek akhir end-to-end.